Reservation / Pemesanan

Menengok Sisa Komunisme di Praha

JADWAL PESAWAT

Ads on: Special HTML

 

Menengok Sisa Komunisme di Praha
Written by Surabaya Tours & Travel   

Mei lalu, saya tertarik mengunjungi Praha, Cheko di Eropa Timur, salah satu negara bekas komunis. Siapa yang menyukai seni opera atau  pertunjukan konser atau musikal, pasti tidak akan kecewa pergi ke Praha. Sebagai contoh, Statni Opera Praha yang terletak di jalan utama Wisonova 4 Praha 1 yang sangat menarik. Bangunan dengan gaya abad 18 tersebut membuat saya kagum. Setelah lampu padam, opera di mulai. Tarian maupun nyanyian mereka membuat penonton berdecak kagum. Tak heran jika opera ini menjadi salah satu tujuan wisata para turis di sana.

Kemudian ada lagi gedung konser kecil dengan kapasitas tempat duduk sekitar 40 orang, yaitu Laterna Magika yang terletak di sela-sela jalan kecil yang unik dan indah sekali. Disana, saya bisa memandang para penyanyi lebih dekat karena jarak dengan penonton tidak begitu jauh. Mereka kebanyakan membawakan karya musisi abadi Mozart.

Lalu, saya juga mengunjungi museum Komunisme. Di museum ini di perlihatkan betapa orang sangat terkekang pada masa itu. Orang sangat takut mengeluarkan pendapat masing masing karena di mana mana ada spionase atau agen rahasia pemerintah.

Selain Praha, saya juga berkunjung ke daerah luar Praha, sekitar 20 menit keluar pusat kota. Ternyata, sisa sisa komunisme masih terasa dengan melihat pemandangan sekitar. Misalnya, barang-barang yang di perjualbelikan sangat berbeda dengan negara-negara Eropa. Well,  mungkin seperti pasar barang bekas, padahal itu termasuk barang baru.

Terasa lapar, saya langsung masuk ke restoran sederhana dan memesan makanan khas Cheko yaitu, roasted pork knee dan segelas bir. Wah, porsi makanan di sini sangat besar dan gelas birnya, mungkin untuk 3 orang kalau di Indonesia.

Tetapi tidak masalah. Apalagi, seharian saya belum makan apa-apa, kecuali snack yang saya beli di pinggir jalan.

Soal masyarakatnya, juga ada karakter yang berbeda dengan negara yang telah saya tinggali selama 16 tahun, Belanda. Mungkin, karena masih ada sisa-sisa komunisme masa lalu. Jika masyarakat Belanda ramah, tidak demikian halnya di Praha. Mereka sangat dingin dan tidak pernah tersenyum kepada orang asing.

Demikianlah, sekilas kesan saya tentang Praha. Belum cukup sih, empat hari disana untuk mengenal Praha...

Sobat Makples. Teguh Mulyosarjono

 

Tour Domestik

Yahoo Messenger

Tiketing & Hotel Domestik
surabaya_ticketing01
Tiketing & Hotel Domestik
surabaya_ticketing02
Tiket & Hotel Internasional
surabaya_internasional
Tiket & Hotel Internasional
surabaya_ticketing6
Tour Domestik
surabaya_ticketing03
Sewa Mobil & Bus
surabaya_ticketing03
Tour Inter-Paspor-Visa
yennyliu07
Sub Agent / Marketing
surabaya_ticketing4
Finance
surabaya_ticketing05
Accounting
surabaya_accounting
Kritik/Saran
surabaya_travel

KURS RUPIAH


Warning: fread() [function.fread]: Length parameter must be greater than 0 in /home/surabay4/public_html/modules/mod_bca/mod_bca.php on line 24
sumber : http://www.klikbca.com

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id

INFO TERBARU

User Name
E-mail