Reservation / Pemesanan

Melacak Jejak Da Vinci Code

JADWAL PESAWAT

Ads on: Special HTML

 

Melacak Jejak Da Vinci Code
Written by Surabaya Tours & Travel   

Di lantai dua Gare du Nord, salah satu stasiun kereta api di Paris, Perancis, terpampang poster besar, "Rejoignez l'aventure Eurostar Quest, avec da Vinci Code." Stasiun tersebut merupakan pangkalan kereta api ulang-alik Eurostar, penghubung Paris-London. Secara kebetulan, di London, pangkalan Eurostar adalah Stasiun Waterlo, persis di samping Westminster Abbey.


Pembaca buku The Da Vinci Code pasti akan ingat Westminster karena buku tadi menyebutkan, di gereja ini Sir Isaac Newton dimakamkan. Memang, karya Dan Brown merupakan fenomena. Terbit pertama tahun 2003, buku ini langsung menjadi buku laris.

Selama tiga tahun terakhir terjual lebih dari 45 juta eksemplar serta diterjemahkan dalam 42 bahasa. Sejak bulan Mei 2006, kisahnya semakin memasyarakat, sesudah muncul dalam versi film dengan sutradara Ron Howard.

Inti kisah petualangan karya Brown berputar pada sejumlah rahasia yang konon tersimpan pada berbagai bangunan kuno dan museum, baik di Perancis dan juga di Inggris. Untuk menampung melimpahnya wisatawan, Eurostar kemudian merancang tur khusus, "Menapak Jejak Petualangan Da Vinci Code."

Misted Louvre

Pada suatu malam, seorang kurator Museum Louvre di Paris terbunuh. Mayatnya, ketika ditemukan polisi, meniru pose The Vitruvian Man, lukisan Leonardo Da Vinci (1452-1519). Demikian misted pembuka dari kisah fiksi karya Dan Brown.

Museum Louvre, museum terbesar di dunia, semula benteng kecil yang didirikan tahun 1200 oleh Philip Augustus. Benteng tersebut kemudian berkembang sekaligus berubah peruntukannya.

Sejak abad XIV dijadikan istana, dilengkapi dengan perpustakaan. Tahun 1793 ditambah museum. Baru pada tahun 1981, Presiden Francois Mitterand meresmikan seluruh bangunan bekas istana menjadi museum, sambil menugaskan arsitek asal Amerika Serikat, leoh Ming Pei, merancang bangunan tambahan.

"Ming Pei membangun ruang bawah tanah di halaman sebagai pintu masuk museum. Agar pengunjung tetap bisa melihat ragam hias bangunan kuno, ruangan tersebut dilindungi piramida transparan setinggi 24 meter, terbuat dari kaca dengan otot baja. Terdapat 675 jendela berbentuk berlian dan 118 jendela biasa," begitu petugas Museum Louvre memberi penjelasan.

"Pardon moi, maafkan saya, dalam buku Dan Brown, jumlah jendela kaca 666 buah?" saya bertanya dengan lugas.

"Percayalah, angka 666 khayalan Dan Brown, mungkin agar kisahnya bisa lebih seram," jawabnya, sambil memberikan buku petunjuk museum agar saya baca.

Begitulah jadinya, kalau seorang novelis, penulis fiksi, ingin membikin kisah sejarah. Khayalannya bakal melambung dan nekat menabrak segala kenyataan, hal ini, jumlah jendela kaca dalam bangunan piramida rancangan Ming Pei.

Saya langsung kurang bersemangat untuk melacak lebih lanjut jejak Da Vinci Code. Bagaimana mungkin Dan Brown tega mengecoh pembaca dengan menyebut 666 jendela?

Mengapa dia juga tidak pernah sadar bahwa Da Vinci bukan nama keluarga? Leonardo di ser Piero Da Vinci, nama pelukis Italia yang menghasilkan Mona Lisa, The Vitruvian Man, The Last Supper, dan puluhan karya lain tersebut, sebenarnya punya arti harafiah, Leonardo anak Piero dari Vinci.

Kecantikan Kota Kuno

Namun, Paris tidak hanya menarik setelah Dan Brown menulis Da Vinci Code. Selama puluhan tahun, kota ini dilukiskan romantis sekaligus sangat cantik, penuh bangunan bersejarah, museum, dan gedung kesenian.

Pada tiga abad Sebelum Masehi, apa yang kini disebut Paris hanya dusun kecil dihuni suku Parisii, warga masyarakat Celtic. Paris baru diresmikan menjadi ibu kota Perancis pada abad X.

Selama perjalanan waktu, Paris selalu jatuh bangun dalam kekuasaan massa revolusioner, raja, kaisar, presiden, dan juga penjajah. Drama terakhir berlangsung tanggal 25 Agustus 1944. Jenderal Von Cholitz dari Jerman menyerah. Keesokan harinya, Jenderal De Gaulle bersama pasukannya melakukan parade melewati Arc of Triumph (Gerbang Kemenangan).

Menara empat kaki berukuran tinggi 50 meter serta lebar 45 meter tersebut dibangun tahun 1806 oleh Kaisar Napoleon untuk menghormati para prajuritnya. Terletak di bukit Caillot, 12 jalan utama Paris, termasuk Champs Elysees, semuanya mengarah ke gerbang ini. Sebagai tanda kenangan, dibangun jalan melingkar di sekeliling gerbang disebut Place De Gaulle.

Paris terus-menerus dipercantik, sehingga wajah kunonya selalu jadi segar. Untuk hiasan Pekan Raya Dunia tahun 1889, Menara Eiffel setinggi 320 meter dibangun.

Guna menandai persahabatan Kerajaan Rusia-Perancis, dibangun Jembatan Czar Alexander III melintas Sungai Seine. Bahkan, sebagai imbangan Arc of Triumph, tahun 1989 diresmikan The Grande Arche, menara modern dua kaki setinggi 105 meter.

Tidak berlebihan kalau Paris, sebagaimana dinyatakan oleh Jenderal De Gaulle, "...setia kepada kotanya sendiri, setia kepada Perancis."

Sumber: Senior

 

Tour Domestik

Yahoo Messenger

Tiketing & Hotel Domestik
surabaya_ticketing01
Tiketing & Hotel Domestik
surabaya_ticketing02
Tiket & Hotel Internasional
surabaya_internasional
Tiket & Hotel Internasional
surabaya_ticketing6
Tour Domestik
surabaya_ticketing03
Sewa Mobil & Bus
surabaya_ticketing03
Tour Inter-Paspor-Visa
yennyliu07
Sub Agent / Marketing
surabaya_ticketing4
Finance
surabaya_ticketing05
Accounting
surabaya_accounting
Kritik/Saran
surabaya_travel

KURS RUPIAH


Warning: fread() [function.fread]: Length parameter must be greater than 0 in /home/surabay4/public_html/modules/mod_bca/mod_bca.php on line 24
sumber : http://www.klikbca.com

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id

INFO TERBARU

User Name
E-mail