Reservation / Pemesanan

Raclette, Lelehan Keju Panas di Musim Dingin

JADWAL PESAWAT

Ads on: Special HTML

 

Raclette, Lelehan Keju Panas di Musim Dingin
Written by Surabaya Tours & Travel   

Sore itu telepon selular saya berdering. Rupanya ada pesan masuk dari Caroline, salah seorang teman sekelas dari Swiss, yang mengundang saya untuk mencicipi raclette.

Raclette? Baru sekali ini saya mendengarnya. Dalam pesannya, Caroline hanya mengatakan bahwa raclette adalah makanan khas dengan keju dari negaranya. Untung saja malam minggu itu saya belum punya rencana untuk pergi ke mana pun.

Sebetulnya agak malas membayangkan harus mengayuh sepeda di tengah musim dingin ditambah lagi pagi itu saya baru saja menghadiri pameran buku dan merasa lelah karena membawa beberapa kilo buku dalam tas ransel.

Namun terdorong rasa penasaran dan hobi saya mencicipi makanan khas dari berbagai negara, langsung saja saya mengiyakan ajakannya. Lagipula masih tersisa waktu sekitar 4 jam sebelum pukul 20.30 yang ditetapkan Caroline sehingga saya masih sempat mempersiapkan diri.

 

Segera saja saya bergegas pulang, waktu yang tersisa sebelum janji makan malam kali ini saya gunakan untuk sedikit beristirahat. Selain itu saya juga sempat mencari alamat rumah Caroline dari internet. Ternyata tidak jauh dari rumah saya, mungkin sekitar 10 menit bersepeda.

Saya sempat tersesat juga mencari alamat yang saya pikir mudah dan akhirnya datang 20 menit terlambat. Ketika saya sampai, teman-teman lain sudah menunggu dan nyemil keripik kentang dioles keju.

 

Raclette berasal dari akar kata Perancis ‘rackler’, dalam bahasa Inggris berarti to scrape karena keju harus diiris. Selain di Swiss, makanan ini juga menjadi makanan khas di Perancis.

Caroline menjelaskan bahwa raclette adalah makanan yang umumnya dimakan saat musim dingin, terdiri dari keju khusus yang dilelehkan dan kentang rebus. Mungkin mirip dengan cheese fondue.

 

Untuk memotong keju, digunakan alat khusus yang mengiris keju menjadi irisan sedikit lebih tebal daripada keju untuk sandwich. Kentang yang dipakai juga dari varietas tertentu, yaitu Bintje, Charlotte atau kentang untuk raclette lainnya.

Di Swiss, kentang ini direbus bersama kulitnya hingga lembut. Ketika kentang matang, baru keju diiris-iris dan diletakkan di atas pemanggang hingga meleleh. Baru sesudahnya kentang dilumuri dengan lelehan keju ditambah lada hitam dan paprika bubuk dan dimakan dalam keadaan panas. Biasanya raclette ditemani teh atau minuman hangat lain atau anggur putih.

 

Raclette bisa dimakan dengan sayur-sayuran atau apel, ataupun dimakan begitu saja. Tanpa pemanggang pun bisa saja melelehkan keju dengan microwave, namun dengan cara ini keju hanya bisa dilelehkan sedikit demi sedikit sesuai keinginan tiap orang untuk menambah porsi makan atau tidak.

 

Rasa raclette ketika masuk di mulut sangat yummy.. campuran kentang yang lembut, lelehan keju dengan citarasa khas dan bumbu-bumbu lada hitam serta paprika ketika dikunyah memberi sensasi yang dahsyat. Tidak terasa saya segera berlanjut ke porsi kedua dan ketiga.

Begitupun teman-teman lain, mereka juga terlihat menikmati hidangan malam itu dan minimal melahap 3 porsi. Menurut cerita host kami malam itu, tiga porsi adalah porsi minimal yang biasa dimakan. Entah benar ceritanya entah dia bilang begitu untuk mendorong kami makan lebih banyak. Yang pasti, tiga porsi kentang dan keju leleh sudah lebih dari cukup buat saya. Sisa malam itu kami isi dengan obrolan ringan sembari meminum anggur putih dan teh hangat untuk saya

Penulis : Asri D Rachmawati
Sumber : Kompas

 

SURABAYA TOURS & TRAVEL

 

Tour Domestik

Yahoo Messenger

Tiketing & Hotel Domestik
surabaya_ticketing01
Tiketing & Hotel Domestik
surabaya_ticketing02
Tiket & Hotel Internasional
surabaya_internasional
Tiket & Hotel Internasional
surabaya_ticketing6
Tour Domestik
surabaya_ticketing03
Sewa Mobil & Bus
surabaya_ticketing03
Tour Inter-Paspor-Visa
yennyliu07
Sub Agent / Marketing
surabaya_ticketing4
Finance
surabaya_ticketing05
Accounting
surabaya_accounting
Kritik/Saran
surabaya_travel

KURS RUPIAH


Warning: fread() [function.fread]: Length parameter must be greater than 0 in /home/surabay4/public_html/modules/mod_bca/mod_bca.php on line 24
sumber : http://www.klikbca.com

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id

INFO TERBARU

User Name
E-mail