|
Sejumlah lapangan golf di Indonesia terbukti mampu menjaring pemain golf asing terutama Korea dan Jepang. Bila olahraga kelas elit ini digarap lebih baik dan variatif, tidak mustahil ke depan pun mampu menarik lebih banyak pegolf asal Eropa dan Amerika.
Tak bisa dipungkiri, olahraga golf memberi dampak terhadap kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Golf sudah menjadi olahraga yang memberikan pengaruh positif bagi sektor pariwisata. Buktinya Menbudpar Jero Wacik sempat berkomentar bahwa sebagian dari wisatawan asing yang datang berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta belakangan ini hanya untuk bermain golf. Bahkan menurutnya lagi, 25 persen turis Korea yang datang ke Indonesia hanya untuk menikmati golf. Banyak faktor mengapa banyak turis beralih bermain golf ke Indonesia. Pertama harganya relatif murah dibandingkan bermain di negara lain atau di tempat turis tersebut berasal. Kedua, pelayanan pengelola lapangan golf di Indonesia yang baik dan ramah.
Banyak golfer merasa nyaman karena para caddie tidak sebatas menjalani tugasnya sebagai caddie, tetapi jugaa menjadi teman berbincang yang menyenangkan dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi para golfer asing. Jam operasional golf course (lapangan golf) di Indonesia juga menjadi salah satu daya tarik bagi banyak wisatawan. Kalau di negara asalnya atau negara lain belum tentu para golfer dapat bemain golf sejak pagi buta. Sementara di Indonesia banyak lapangan golf yang jam operasionalnya sejak pagi hari. Disamping itu kondisi alam dan cuaca Indonesia sangat mendukung lantaran tidak memiliki musim dingin sehingga lapangan golf terjaga kualitasnya dan pegolf dapat bermain kapan pun tanpa harus terkendala iklim. Meskipun sekarang ini wisatawan yang datang untuk bermain golf masih didominasi dari kawasan Asia seperti Korea dan Jepang, kedepan dengan segala kelebihan yang dimiliki Indonesia sangat besar peluang untuk bisa mendatangkan wisatawan golf dari benua Amerika dan Eropa. Paket wisata golf yang dibuat oleh travel-travel agen di Indonesia menguatkan golf memiliki daya tarik sehingga mampu mengundang orang datang ke Indonesia untuk bermain golf. Dengan fenomena menggembirakan ini tentunya harus didukung dengan kesiapan yang lebih baik lagi. Dalam hal ini pengelola golf, organisasi yang mengurus golf dan pemerintah harus terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, fasilitas pelayanan, paket, dan event golf.
Main Golf dari Jakarta, Bali hingga Batam Lapangan golf di Indonesia terus bertambah. Tahun depan diperkirakan mencapai 100 lapangan golf yang tersebar di sejumlah destinasi wisata. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Bila Anda sudah bosan bermain di satu lapangan, Anda bisa mencoba lapangan golf lainnya dengan suasana berbeda. Dari sejumlah destinasi wisata yang memiliki lapangan golf, Travel Club (TC) memilih 3 destinasi yang paling banyak memiliki lapangan golf yakni Jakarta, Bali, dan Batam. Di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi saja ada 40-an lapangan golf. 20 di antaranya bertaraf internasional, antara lain Bumi Serpong Damai, Bogor Raya Golf & Country Club, Imperial Golf & Country Club, Modern Golf & Country Club, Gunung Geulis Golf & Country Club, dan Jakarta Golf Club. Dari sejumlah lapangan golf yang ada di Jabodetabek, ada yang sukses menjaring tamu. Lapangan golf Pantai Indah Kapuk, misalnya setiap hari mampu menjaring 100 orang dan 200 orang pada akhir pekan. Di Pondok Indah Golf sekitar 200 orang yang datang bermain setiap hari, dan pada akhir pekan meningkat menjadi 300 orang. Agar pegolf betah bermain, sejumlah pengelola lapangan golf meramu pelbagai kiat bisnis. Misalnya lapangan golf seluas 100 hektare di Permata Sentul Golf menawarkan fasilitas relaksasi dan refreshing seperti club house, Albatros Lounge, Eagle Restaurant, fitness center, lapangan tenis, sauna, massage, kolam renang, lapangan bola voli air, driving range, dan ruangan khusus untuk salat berjemaah serta Jacuzzi, yang dapat digunakan oleh keluarga anggota secara gratis. Begitu juga dengan lapangan Cengkareng Golf yang menambah bermacam fasilitas hampir serupa dengan Permata Sentul. Beberapa tahun belakangan ini, banyak turis Asia yang bermain golf di sejumlah lapangan gol yang ada di Jakarta. Menurut mereka, lapangan golf di Jakarta tarifnya lebih murah dan mudah dijangkau. Masih banyak lapangan golf lainnya di Jakarta yang memiliki kelebihan tersendiri. Anda bisa pilih sesuai kebutuhan dan keinginan Anda. Golf di Bali Destinasi golf kedua di Indonesia adalah Bali. Kendati menurut banyak pegolf bermain golf di bali lebih mahal dibanding di Jakarta, namun atmosfir Bali sulit tergantikan dengan lokasi lain termasuk keindahan lapangan golfnya.
Lapangan golf di Bali ada 26 antara lain Nirwana Bali Golf dan Balibeach Golf Course Sanur yang sebelumnya bernama The Grand Balibeach Golf Course. Lapangannya memiliki 9 hole dengan fairways berupa barisan pepohonan yang rapat. Fasilitas pelengkapnya antara lain ruang meeting, Bar & Restaurant dengan sajian masakan Western Asian, dan lapangan golf yang juga bisa digunakan sebagai tempat acara mulai outbond, wedding, gathering, music concert dan lain-lain dengan kapasitas lebih dari 2.000 orang. Ada lagi Le Meridien Nirwana Golf and Spa Resort Bali yang memiliki 18 hole. Panorama lapangan golf ini luar biasa. Menjelang sore, Anda dapat menikmati indahnya matahari tenggelam dan silhouette dari Pura Tanah Lot. Lain lagi dengan Bali Handara Kosaido Country Club yang berada di daerah gunung. Menurut beberapa pegolf merupakan lapangan golf terindah di seluruh Asia. Lokasinya di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Tapi lebih popular terletak di daerah Bedugul (Tabanan) dan dapat dijangkau dari Denpasar kurang lebih 2 jam. Lapangan yang dibuka pada 1974 ini, berada di ketinggian 1142 m di atas permukaan laut, di hamparan lahan seluas kurang lebih 100 hektar. Keunggulan lapangan golf rancangan Peter Thomson, Michael Wolveridge & Associates ini udaranya sejuk dan sebagian lapangan golfnya terdapat di sekitar hutan alami. Lapangan golfnya difasilitasi dengan akomodasi hotel serta bungalow sebanyak 77 kamar, restaurant untuk 100 seat, bar, ruang meeting/shop, banquet room, fitness centre, karaoke, 2 lapangan tenis , massage, dan kursus golf. Usai bermain golf disini, pegolf bisa melanjutkan wisata agro ke sejumlah lahan pertanian holtikultura seperti tomat dan strawberry. Golf di Batam Di Pulau Batam lokasi wisata golfnya ada 6, empat di antaranya ada di Nongsa, yakni Palm Springs, Nugra Santana, Tering Bay, dan Indah Puri. Satu di Southlinks, Tiban, dan satu lagi di Paradise, Tanjung Uncang. Semuanya berstandar internasional dengan minimal 18 hole. Masing-masing kawasan golf memliki luas sekurangnya 200 hektar. Misalnya Palm Springs mencapai 274 hektar dengan 27 hole dan South links seluas 2l3 hektar dengan 18 hole. Lapangan golf di Nongsa (di luar kota Batam) punya daya tarik sendiri. Selain berpadang rumputnya yang luas dan hijau dipenuhi pepohonan di sekelilingnya, kontur tanahnya pun berbukit-bukit. Selain itu ada pulau-pulai kecil dan bungker-bungker buatan. Lebar jalannya 1,5 meter mudah dilewati buggy (kendaraan kecil untuk mengangkut pegolf dan peralatan golf). Di sekeliling lapangan, terbentang luas pantai indah dengan ombaknya tenang ditambah ratusan pohon kelapa. Sejumlah Burung Belibis, kadang berterbangan dari satu tempat ke tempat lain seolah menyaksikan para pegolf yang juga berpindah dari satu hole ke hole lainnya. Terik panas matahari pada siang atau sore hari tak terasa sampai menggerahkan tubuh. Embusan semilir angin laut mampu memberi kesejukan tubuh. Suasana damai pun mewarnai pegolf. Perjalanan dua setengah jam untuk menghabiskan permainan 18 hole tak terasa berlalu dalam keadaan santai. Masing-masing lapangan dilengkapi fasilitas restoran dengan menu berstandar internasional, kamar inap luks dan eksklusif, kolam renang, spa, pusat kebugaran, dan lapangan tenis serta sejumlah water sport seperti diving, jet ski, memancing, dan lainnya.
Bahkan Palm Springs menyediakan kawasan wisata publik seluas 42 hektar seperti Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta dan kawasan wisata hutan bakau seluas 30 hektar (mangrove) serta sembilan hektar bagi pegolf pemula (teachings hole) sebanyak 9 hole. Tak sulit mencapai Nongsa. Dari Bandara Hang Nadim cuma 10 menit. Bisa juga lewat laut dari Nongsa Pura, Tanah Merah. Atau juga dari Pelabuhan World Trade Center (WTC) Singapura, sekitar 30menit saja. Sementara lapangan golf Southlinks berada di Kota Batam, sekitar 3 Km dari pusat pemerintahan Batam Centre. Dapat ditempuh lewat darat sekitar 10 menit dari Pelabuhan Sekupang, 15 menit dari Pelabuhan Batu Ampar, atau sekitar 20 menit dari Bandara Hang Nadim. Lapangan golf di Southlinks juga tidak kalah menarik. Masih ada kawasan hutan lindungnya dan juga sejumlah pulau di padang golf dengan pepohonan yang hijau dan rindang hingga udara sekitarnya tetap segar dan sejuk. Semua itu jelas membuat siapapun betah untuk bermain golf di sana. Bagaimana dengan Anda? Sumber: Majalah Travel Club
PT. SURABAYA TOURS & TRAVEL
|