|
Kerajinan Lombok sangat beragam. Di Pasar Seni Senggigi sejumlah kerjainan daerah ini dapat ditemukan seperti gerabah dari Banyumulek dan Penunjak, kain tenun dari Sukarare (Kab. Lombok Tengah), kayu dari Sesela (Kab. Lombok Barat), dan mutiara dari Sekotong (Lombok Barat). Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat yang berjarak sekitar 6 Km dari Kota Mataram terdapat beragam produk gerabah. Bermacama pernak-pernik seperti tempat lilin atau pajangan meja dengan harga Rp 5.000 hingga kendi berukuran besar dengan harga ratusan ribu. Pusat gerabah lain yang bisa ditempuh adalah Desa Penunjak, Kabupaten Lombok Tengah, sekitar 1,5 jam dari Kota Mataram. Gerabah Lombok mempunyai ciri khas berwarna coklat dan hitam, biasanya dijual beraksen anyaman rumput atau rotan, seperti guci cobek, dan kendi dengan harga yang bervariatif hingga mencapai ratusan ribu. Untuk kerajian kayu atau yang biasa disebut cukli bersama gerabah dijual dengan berbagai bentuk dari ukuran. Kerajinan kayu cukli dari yang kecil, sepert asbak rokok misalnya dijual dengan harga Rp 20.000 Sedangkan, peti berukiran kerang cukli mencapai Rp 500.000 rupiah per buah. Beberapa kios khusus menjual berbagai kain tenun dan pakaian bernuansa Lombok. Ada jenis tenun tangar (handmade), ada juga yang dibuat dengan mesin. Bedanya yang dibuat dengan mesin bertekstur lebih kasar. Harganya mulai Rp 100.000 s/d Rp 300.000. Bentuknya ada yang berupa hiasan dinding, taplak meja maupun kain panjang Sementara kaos, kain pantai, dan topi yang dijual biasanya bergambar cicak, atau nuansa pantai dengan pilihan warna dengan harga mulai dari Rp 20.000. Mutiara yang dijual, selain di pajang di etalase biasanya dibawa pedagang secara berkeliling dengar menggunakan kotak. Ada juga yang dijual per butir atau telah dirangkai dengan bahan perak menjadi kalung, gelang, cincin, dan giwang. Jenisnya ada yang suntikan dengan ciri dipenuhi dengan warna dan berbentuk tidak bulat. Kalau mutiara asli, bila dibakar tidak berubah warna dan bentuk karena berasal dari air liur kerang. "Mutiara air laut lebih mahal dibandingkan air tawar, selain mutunya yang bagus, harganya bisa mencapai Rp 1.000.000 per set," jelas Erwin yang sudah 6 tahun membuka kios mutiara di Pasar Seni Senggigi. Mutiara yang ditawarkan disana, ada yang harganya Rp 20.000 untuk anting. Sedangkan yang sudah dimodifikasi dengan bahan perak bisa mencapai Rp 40.000 atau lebih tergantung bentuk dan motifnya. Di Pasar Seni Senggigi, pedagang mutiara mayoritas menjajakan mutiara budidaya air tawar bukan air laut yang memang memiliki kualitas yang berbeda. Kalau wisatawan ingin mengetahui kualitas mutiara yang akan dibeli, sebaiknya melihat dulu kualitas air tawar yang dijual di Art Shop. Pilihan lain mendapatkan mutiara, wisatawan bisa mengunjungi Sekarbela (Kota Mataram) yang menjadi pusat perdagangan Mutiara Lombok. Sedangkan pusat budidayanya berada di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga dan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat. Tapi untuk urusan harga, membeli di pedagang asongan dengan Art Shop bisa terpaut 50 persen. Untuk harga sebutir mutiara air laut yang tidak dijual oleh pedagang asongan bisa mencapai Rp 2.000.000 hingga Rp 2.500.000 juta. Sedangkan untuk jenis air, tawar, biasanya dijual dengan harga puluhan ribu dengan ragam model yang apik. Selamat berwisata di kawasan Senggigi. Penulis : Agoes Santhosa Sumber: Majalah Travel Club
|